Oleh: Donald Banjarnahor

Bank adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan produk-produk lainnya. Kegiatan usaha bank juga sebagai kewajibannya sebagai intermediasi keuangan. Bank adalah lembaga keuangan yang terus berkembang dan sangat responsive mengikuti perkembangan zaman. Terlihat dari produk-produk perbankan yang terus berkembang dan semakin bervariasi.

Sebagai badan usaha bank juga harus mendapatkan pemeriksaan apakah bank tersebut tergolong dalam bank yang sehat atau tidak. Di Indonesia pemeriksaan ini mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berfungsi sebagi pengawas dan pembuat peraturan untuk dunia perbankan Indonesia. Bank yang sehat adalah bang yang menjalankan fungsi dan memenuhi kewajibannya dangan baik.

Menurut undang-undang No. 10 tahun 1998 bank wajib memelihara tingkat kesahatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas asset, kualitas manajemen, likuiditas, solvabilitas dan yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan  kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

Peraturan Bank Indonesia NOMOR: 13/ 1 /PBI/2011 tentang kesehatan bank berlaku sejak tanggal 5 Januari 2011. Sebelumnya bank di Indonesia menggunakan  PBI No. 6/10/PBI/2004 yang telah berlaku selam tujuh tahun.

Pada dasarnya PBI No. 13/1/PBI/2011 dan PBI No. 6/10/2004 tidaklah jauh berbeda. Sedangkan untuk standard dan indikator dari penilaian kesehatan bank umum ditentukan dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/ 24/ DPNP tanggal 25 Oktober 2011.

Pada PBI NOMOR: 13/1/PBI/2011 dan SE No.6/ 23 /DPNP pada tanggal 31 Mei 2004 indikator yang digunakan adalah CAMELS sebagai indikator yang terdiri dari Capital atau permodalan (C), Asset atau aktiva (A), Management (M), Earning (E), Likuidity atau likuiditas (L) dan Senditivity (S) dan skala penilaian menggunakan nominal dari 1 sampai 100 dimana semakin besar poin tersebut semakin baik kesehatan bank tersebut.  Sedangkan pada PBI No. 13/1/PBI/2011 dan SE No. 13/ 24/ DPNP tanggal 25 Oktober 2011 yang menjadi indikator adalah RGEC yang terdiri dari Risk atau resiko (R), Good Corporate Governance (G), Earnings (E) dan Capital (C) dan penilaiaan menggunakan  skala 1 sampai 5 semakin kecil poin yang diterima itu menendakan kesehatan bank semakin baik.

Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan penilaian kesehatan bank dengan indikator RGEC. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Risk

Penilaian terhadap resiko terbagi menjadi 8 bagian yaitu risiko kredit, pasar, likuiditas, opersional, hukum, stratejik, kepatuhan dan reputasi. Masing-masing bagian dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu tingkat risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko. Sehingga penilaian untuk resiko terdapat 16 penilaian. Meninjau tingkat risiko terbagi atas 5 tingkat. Semakin kecil poin yang diterima maka kesehatan bank dari sisi risiko tersebut semakin baik.

2. Good Corporate Governance

Good Corpotrate Governance (GCG) ditinjau dari sisi pemenuhan prinsip-prinsip GCG. GCG mencerminkan bagian Manajemen dari CAMELS namun telah disempurnakan. Bank memperhitungkan dampak GCG perusahaan pada kinerja GCG bank dengan mempertimbangkan signifikan dan materialitas perusahaan anak dan atau signifikasi kelemahan GCG perusahaan anak.

3. Earning

Earning adalah salah satu penilaian kesehatan bank dari sisi rentabilitas. Idikator penilaian rentabilitas adalah ROA (Return On Assets), NIM (Net Interest Margin), komponen laba aktual terhadap proyeksi anggaran dan kemampuan komponen laba dalam meningkatkan permodalan. Karaktristik bank dari sisi rentabilitas adalah kinerja bank dalam menghasilkan laba, kestabilan komponen-komponen yang mendukung core earning, dan kemampuan laba dalam meningkatkan permodalan dan prospek laba di masa depan.

4. Capital

Capital atau permodalan memiliki indikator antara lain rasio kecukupan modal dan kecukupan modal bank untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai profil resiko,ysng disertai dengan pengelolaan permodalan yang sangat kuat sesuai dengan karakteristik, skala usaha dan kompleksitas usaha bank.

Kesimpulannya adalah pemeriksaan kesehatan bank sangatlah diperlukan agar kepercayaan nasabah semakin besar terhadap bank.  Peninjauan kesehatan bang menjadi salah satu evaluasi bagi bank untuk memperbaiki kinerjanya.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Bank

http://www.bi.go.id