Ringkasan Jurnal

Stakeholders and Competitive Advantages:

The Case of ISO 14001

(Penulis: Magali Delmas)

Sejak 1996 setiap perusahaan wajib mengikuti standardisasi lingkungan yang disebut dengan ISO (International Organization for Standardization). Tujuan dari pemberian ISO ini adalah supaya perusahaan dapat meningkatkan performa manajemennya sekaligus memberikan dampak positif kepada lingkungan. Saat ini ISO yang terbaru adalah ISO 14001 yang mempresentasikan sebuah standar baru dalam upayanya meningkatkan performa manajemen perusahaan dan lingkungan. Sertifikasi ISO 14001 diharapkan dapat menjadi bagian dari latihan untuk meningkatkan performa manajemen lingkungan yang efektif. Sebelum ISO 14001 muncul, sudah ada ISO 9000 sebagai standar global untuk meningkatkan performa manajemen lingkungan. Namun sama seperti ISO 9000, ISO 14001 juga tidak menampilkan dampak dari kegiatan perusahaan seperti dampak polusi tetapi berfokus pada kegiatan proses di perusahaan. Padahal ISO 14001 diharapkan dapat menjadi dasar dari Sistem Manajemen Lingkungan yang efektif dimana isinya adalah mengatur kebijakan lingkungan, mengatur objek dan target, mengimplementasikan program secara objektif, memonitor dan mengoreksi masalah yang ada, dan mengulas sistem untuk meningkatkan performa lingkungan. Walaupun demikian diperlukan pihak ketiga untuk mengauditnya.

ISO 14001 diharapkan meningkatkan kemampuan competitive adavantages perusahaan agar dapat meraih benefit yang optimal dan mengurangi beban terhadap lingkungan dengan menjalankan kegiatan secara efisien. Namun faktanya dari penelitian sebelumnya ditemukan bahwa di tahun 1998 jumlah perusahaan di Amerika Serikat yang mengadopsi ISO 14001 hanya 3,7% dari total 7887 perusahaan yang sudah bersertifikat ISO 14001. Jumlah ini turun dibandingkan saat tahun 1995 dimana jumlah perusahaan Amerika Serikat yang saat itu masih bersertifikat ISO 9000 masih sebesar 7%. Oleh sebab itu penelitian ini dibuat untuk meneliti akibat dari hubungan ISO 14001 terhadap competitive advantages perusahaan di Amerika Serikat sehingga dapat diketahui apakah ISO 14001 dapat diterapkan dalam perusahaan atau tidak supaya perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang kompetitif.

Setelah dilakukan penelitian secara langsung kepada 152 perusahaan di Amerika Serikat yang dibatasi pada 3 tipe perusahaan yaitu kimia, elektron, dan transportasi dengan mengajukan kuesioner serta ditambah dengan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya, maka hasil yang didapat adalah External stakeholder (member, pembeli, distributor, dll) memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan competitive advantages perusahaan ketimbang para pekerjanya. Hal ini disebabkan ISO 14001 mengarah pada kegiatan proses bukan pada output-nya maka dampaknya adalah pada kualitas produk yang dihasilkan dan juga terlindungi dari produk imitasi sehingga respon para external stakeholder cenderung positif terhadap ISO 14001. Artinya walaupun produk tersebut berkualitas namun perusahaan tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan yaitu apakah merugikan lingkungan atau tidak Selain itu ISO 14001 tidak memuat peraturan tentang senior managers dan corporate external yang cukup sehingga mereka tidak bisa meraih keuntungan yang kompetitif. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ISO 14001 tidak bisa sepenuhnya dipergunakan oleh perushaan supaya dapat meningkatkan competitive advantages sekaligus mengontrol manajemen lingkungannya.

Oleh sebab itu penulis memberikan beberapa rekomendasi, yaitu

*) Apabila para stakeholders perusahaan ingin meningkatkan competitive advantages sekaligus

mengatur manajemen lingkungannya maka sebaiknya jangan memakai ISO 14001 tetapi memakai Responsible Care yang ternyata sudah dipakai oleh beberapa perusahaan kimia di Amerika Serikat yang hasilnya ternyata tidak hanya meningkatkan jumlah performa lingkungan namun juga meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan, yang artinya meningkatkan benefit perusahaan itu sendiri. Bahkan dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya ditemukan bahwa apabila perusahaan menjalankan Responsible Care maka setiap kemungkinan resiko kecelakaan dapat dikurangi sehingga kegiatan perusahaan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

*) Apabila ISO 14001 masih ingin tetap dipergunakan, maka harus ada revisi terhadap aturan-aturan yang ada di dalamnya, misalnya mengatur bagaimana hubungan regulator dengan publik, harus ada verifikasi yang independen terhadap sistem manajemen perusahaan dan performa lingkungan sehingga didapat sistem akreditasi yang kredibel.

SIDIK NUR FAJRI (29210760)

DANIEL DAMARIS (21210672)

SMAK04