SIDIK NUR FAJRI (29210760)

DANIEL DAMARIS (21210672)

 

 

ANALISIS JURNAL

STAKEHOLDERS AND COMPETITIVE ADVANTAGE:

THE CASE OF ISO 14001

 

 

  1. Judul               : Stakeholders and Competitives Advantages (The Case of ISO 14001)

Pengarang        : Magali Delmas

Tahun               : 2001

 

 

  1. Tema                : Manajemen Lingkungan

 

 

  1. Latar Belakang

a. Fenomena  

Sejak 1996 setiap perusahaan wajib mengikuti standardisasi lingkungan yang disebut dengan ISO (International Organization for Standardization). Tujuan dari pemberian ISO ini adalah supaya perusahaan dapat meningkatkan performa manajemennya sekaligus memberikan dampak positif kepada lingkungan. Saat ini ISO yang terbaru adalah ISO 14001 yang mempresentasikan sebuah standar baru dalam upayanya meningkatkan performa manajemen perusahaan dan lingkungan. Sertifikasi ISO 14001 diharapkan dapat menjadi bagian dari latihan untuk meningkatkan performa manajemen lingkungan yang efektif. Sebelum ISO 14001 muncul, sudah ada ISO 9000 sebagai standar global untuk meningkatkan performa manajemen lingkungan. Namun sama seperti ISO 9000, ISO 14001 juga tidak menampilkan dampak dari kegiatan perusahaan seperti dampak polusi tetapi berfokus pada kegiatan proses di perusahaan. Padahal ISO 14001 diharapkan dapat menjadi dasar dari Sistem Manajemen Lingkungan yang efektif dimana isinya adalah mengatur kebijakan lingkungan, mengatur objek dan target, mengimplementasikan program secara objektif, memonitor dan mengoreksi masalah yang ada, dan mengulas sistem untuk meningkatkan performa lingkungan.

 

b. Riset Terdahulu

Penelitian ini dibuat untuk meneliti akibat dari hubungan ISO 14001 terhadap competitive advantages perusahaan di Amerika Serikat.

 

c. Motivasi Penelitian

Untuk mengetahui apakah ISO 14001 dapat diterapkan dalam perusahaan atau tidak supaya perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang kompetitif.

 

  1. Metodologi

           

a. Data

Data yang digunakan adalah data primer

b. Variabel

Ada 3 variabel yang digunakan yaitu (1) Variabel dependent dengan pertanyaan kuesioner “Sampai sejauh apa akibat yang ditimbulkan dari ISO 14001 terhadap performa competitive advantages perusahaan, (2) Variabel independent dengan mengajukan pertanyaan kuesioner tentang sejauh mana setiap tingkatan stakeholder’s terlibat dalam System Manajemen Lingkungan secara langsung. (3) Variabel Kontrol untuk membatasi jumlah tipe perusahaan yang dianalisis yaitu tipe perushaan kimia, listrik dan transportasi.

c. Model Penelitian

Mengumpulkan data sendiri dan menganalisis dengan jurnal-jurnal yang sudah dibuat terdahulu.

  1. Hasil dan Analisis

*) External stakeholder (member, pembeli, distributor, dll) memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan competitive advantages perusahaan ketimbang para pekerjanya.

*) Karena ISO 14001 mengarah pada kegiatan proses maka dampaknya adalah pada kualitas produk yang dihasilkan dan juga terlindungi dari produk imitasi sehingga respon para external stakeholder cenderung positif terhadap ISO 14001.

*) ISO 14001 tidak memuat peraturan tentang senior managers dan corporate external yang cukup sehingga mereka tidak bisa meraih keuntungan yang kompetitif.

  1. Kesimpulan dan Rekomendasi
  1. Kesimpulan   

ISO 14001 tidak bisa sepenuhnya dipergunakan oleh perushaan supaya dapat meningkatkan competitive advantages sekaligus mengontrol manajemen lingkungannya.

 

  1.  Rekomendasi

*) Apabila para stakeholders perusahaan ingin meningkatkan competitive advantages sekaligus mengatur manajemen lingkungannya maka sebaiknya jangan memakai ISO 14001 tetapi memakai Responsible Care yang ternyata sudah dipakai oleh beberapa perusahaan kimia di Amerika Serikat yang hasilnya ternyata tidak hanya meningkatkan jumlah performa lingkungan namun juga meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan, yang artinya meningkatkan benefit perusahaan itu sendiri. Bahkan dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya ditemukan bahwa apabila perusahaan menjalankan Responsible Care maka setiap kemungkinan resiko kecelakaan dapat dikurangi sehingga kegiatan perusahaan dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

*) Apabila ISO 14001 masih ingin tetap dipergunakan, maka harus ada revisi terhadap aturan-aturan yang ada di dalamnya, misalnya mengatur bagaimana hubungan regulator dengan publik, harus ada verifikasi yang independen terhadap sistem manajemen perusahaan dan performa lingkungan sehingga didapat sistem akreditasi yang kredibel.