1. JUDUL : ANALISIS DAYA DUKUNG WILAYAH TERHADAP INDUSTRI HILIR KELAPA SAWIT DI RIAU

PENGARANG : Riadi Armas dan Almasdi Syahza

2. TEMA : Peran Pmerintah Dalam Sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Riau

3. LATAR BELAKANG

 

A. Fenomena

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Riau karena peranannya yang cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani di pedesaan. Tahun 2003 luas perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha. Ini ditandakan dengan selalu terjadi peningkatan pada lahan yang digunakan untuk perkebunan sawit dan peningkatannya lebih besar dibanding perkebunan kelapa atau karet. Perkembangan luas lahan perkebunan sawit di Provinsi Riau dari tabel berikut:

Pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan akan terjadi peningkatan dari luas wilayah perkebunan sawit di Provinsi Riau. Ini dikarenakan daya dukung wilayah sangat mempengaruhi efisiensi dan produktifitas dari perkebunan kelapa sawit di Riau.

B. Riset Terdahulu

Berdasarkan riset yang pernah dilakukan terlihat bahwa Provinsi Riau sangat mendukung  perkembangan dari perkebuana kelapa sawit di daerahnya. ini dikarenakan kondisi daerah yang relatif datar memudahkan dalam pengelolaan dan dapat menekan biaya produksi. Kondisi tanah yang sudah mendukung perkebunan sawit di Riau akan meningkatkan hasil produksi dibangdingkan dengan daerah lain. Riau memiliki daerah yang stertegis dalam pemasaran kelapa sawit karena terletak di daerah pasar internasional. Kelapa sawit memeberikan kontribusa yang besar dalam pendapatan deaerah. Dukungan pemerintah Provinsi Riau  dapat dilihat dari daya dukung wilayah yang terlihat pada tabel berikut:

C. Motivasi Penelitian

Penelitian digunakan untuk melihat seberapa besar peran permerintah Provinsi Riau dalm meningkatkan perkebunan sawit di daerahnya.

 

4. METODELOGI

I. Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Perkebunan dan Dinas Perindustrian Provinsi Riau untuk menunjang proses-proses penelitian

II. Variabel

Variabel yang digunakan adalah jumlah petani kelapa sawit, luas lahan perkebunan (baik perkebunan besar swasta/BUMN maupun rakyat), produksi kelapa sawit, produktivitas perkebunan kelapa sawit, jumlah dan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) terpasang, dan kebutuhan bahan baku.

III. Metode Penelitian

Metode penilitiannya menggunakan metode pengumpulan data dan melakukan perhitungan dan menggunakan analisis dari penelitian-penelitian terdahulu.

 

5. Hasil dan Analisis

Perkebuanan kelapa sawit di Provinsi Riau sangat berkembang. Ini terlihat dari hasil produksi hingga akhir tahun 2002 berupa tandan buah segar (TBS) mencapai 3.038.255 ton per bulan atau 36.459.061 ton per tahun dengan produktivitas 3,395 ton per hektar.  Sementara itu jumlah pabrik kelapa sawit di Riau sebanyak 75 buah dengan

kapasitas produksi sebesar 3.390 ton per jam (Dinas Perkebunan Riau, 2003).

Terdapat beberapa alasan mengapa kelapa sawit menjadi komoditi utama pertanian dari Provinsi Riau, antara lain adalah kondisi lahan yang darat yang cocok untk perkebunan sawit banyak terdapat di Provinsi Riau, Riau terletak pada zona pasar internasional sehingga sangat mendukung dalam hal pemasaran, dan perkebunan kelapa sawit memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pendapatan pemerintah daerah dan petani-petani di Riau.

Karena alasan di atas maka kelapa sawit di daerah Riau merupakan tanaman primadona yang mendorong masyarakat mulai dari masyarakat kalangan bawah sampai masyarakat kalangan atas tertarik untuk menanam kelapa sawit secara swadaya. Akibatnya perkebunan kelapa sawit berkembang begitu cepatnya di daerah Riau. Ini disebabkan saat krisis ekonomi dimulai pada pertengahan tahun 1997, sektor perkebunan merupakan penyelamat bagi petani perkebunan khususnya petani kelapa sawit.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penggambaran tentang kontribusi permerintah Riau dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerahnya. namun agar perkebunan ini terus berkembang diperluakan kebijakan strategis yang mendukung percepatan pertumbuhan sektor pertanian. Pertanian kelapa sawit Di provinsi Riau memiliki prospek yang sangat baik oleh karena itu ini menjadi sarana investasi yang cukup menjanjikan.

B. Rekomendasi

Untuk menunjang perkembangan perkebunan keplapa sawit di Riau  harus dibangun pabrik kelapa sawit (PKS) dengan konsep agroesteit kelapa sawit merupakan bentuk kerjasama antara perusahaan inti dengan petani peserta dalam bentuk kepemilikan kebun dan PKS. Petani membeli paket melalui koperasi yang terdiri dari kebun kelapa sawit dan saham PKS. Rancangan model agroesteit kelapa sawit di pedesaan bertujuan untuk menjamin kepastian pengolahan TBS yang dihasilkan oleh petani peserta. Untuk meningkatkan laju investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau diperlukan kebijakan yang memudahkan investor berinvestasi dalam sektor ini, diantara lain; memperkecil pajak penghasilan dan memperpendek rantai birokrasi untuk memper mudah investor berinvestasi pada sektor ini.

 

Referensi

http://almasdi.unri.ac.id/artikel_pdf/ANALISIS%20DAYA%20DUKUNG%20WILAYAH%20TERHADAP%20INDUSTRI%20HILIR%20KELAPA%20SAWIT%20DI%20RIAU1.pdf