A. PENDAHULUAN

Kebijaksanaan neraca pembayaran merupakan bagian integral dari kebijaksanaan pembangunan dan mempunyai peranan penting dalam pemantapan stabilitas di bidang ekonomi yang diarahkan guna mendorong pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja. Dan disamping itu untuk melakukan prubahan secara fundamental dalam struktur produksi dan perdagangan sehingga tercapai ketahanan ekonomi indonesia dari tantangan – tantangan di dalam maupun luar negeri.

Di bidang perdagangan, kebijaksanaan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri dalam negeri, menunjang pengembangan ekspor nonmigas, memelihara ke­stabilan harga dan penyediaan barang-barang yang dibutuhkan di dalam negeri serta menunjang iklim usaha yang makin menarik bagi penanaman modal. Kebijaksanaan di bidang pinjaman luar negeri melengkapi kebutuhan pembiayaan pembangunan di dalam negeri, dan diarahkan untuk menjaga kestabilan perkem­bangan neraca pembayaran secara keseluruhan. Kebijaksanaan  kurs devisa diarahkan untuk mendorong ekspor nonmigas dan mendukung kebijaksanaan moneter dalam negeri.

Mempelajari neraca pembayaran memberikan beberapa keuntungan diantaranya memberikan informasi yang mendalam tentang permintaan dan penawaran mata uang pada suatu negara,memberikan informasi yentang potensi yang terdapat pada negara tersebut dalam dunia bisnis dan digunakan untuk mengevaluasi kinerja negara dalam persaingan ekonomi internasional.

Selain neraca pembayaran elemen yang tidak kalah penting adalah pendapatan perkapita,produk domestik bruto (GDP) dan produk nasional bruto (GNP) dalam suatu perekonomian suatu negara.

B. PENGERTIAN

I. NERACA PEMBAYARAN

Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain untuk suatu periode waktu tertentu (IMF:1993).neraca pebayaran dapat jg disebut sebagai catatan statistikal atas transaksi internasional suatu negara pada akhir periode waktu tertentu yang disajikan dalam bentuk pencatatan buku ganda jadi neraca pembayaran mempunyai dimensi waktu yang sama sebagai akuntansi pendapatan nasional.

Dalam pembuatannya transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.

Transaksi yang tercatat dalam neraca pembayaran:

1. Transaksi kredit:

a. ekspor barang dan jasa.

b. penerimaan dari hasil investasi.

c. transfer.

d. bertambahnya hutang negara atau swasta.

e. berkurangnya aset-aset keuangan.

2. Transaksi debit:

a. impor barang dan jasa.

b. pembayaran atau hasil investasi.

c. transfer.

d. berkurangnya hutang.

e. bertambahnya aset-aset keuangan

Komponen Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)

1. Transaksi berjalan (current account).

Rekening transaksi berjalan di bagi menjadi empat kategori:

a. perdagangan barang yg meliputi ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit

b. jasa yang meliputi pembayaran dan penerimaan untuk jasa – jasa hukum, konsultasi, dan rekayasa; royelti untuk paten dan kekayaan intelektual, premi asuransi, fee pengapalan, dan pengeluaran turis.

c. net investment income berisi sebagian besar pembayaran dan penerimaan atas bunga, dividen, dan pendapatan lain dari investasi luar negeri yang dibuat sebelumnya.

d. net transfer (transfer unilateral) meliputi pembayaran “tak berbalas”, seperti bantuan luar negeri, reparasi, hibah resmi dan swasta, dan hadiah

Transaksi berjalan meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.

Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.

Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.

Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.

2. Rekening Modal

Rekening modal digunakan untuk mengukur perbedaan antara penjualan aset – aset suatu negara kepada luar negeri gengan pembeliannya terhadap aset – aset luar negeri. Penjualan (pembelian) atas aset2 dicatat sebagai kredit (debit) dan menghasilkan arus masuk modal (arus keluar modal).rekening modal dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

1. Investasi Langsung yang terjadi ketika investor memperoleh suatu kontrol atas bisnis luar neegri.

2.  Investasi portofolio menunjukkan penjualan dan pembelian atas aset keuangan luar negeri seperti saham, obligasi, yang tidak melibatkan transfer control. Investasi portofolio internasional dilakukan pada sekuritas ekuitas dan sekuritas utang.

3. Investasi lain yang meliputi transaksi dalam mata uang, deposito bank, kredit perdagangan,dsb.investasi ini sangat sensitif dengan perubahan tngkat suku bunga relatif antar negara dan perubahan yang di antisipasi dalam kurs tukar,sehingga perubahan yang yerjadi di luar akan mempengaruhi transaksi yang terjadi.

3. Rekening Cadangan Resmi

Aset – aset cadangan resmi meliputi emas, valas dan SDRs atau pinjaman baru dari bank sentral luar negeri. Aset – aset cadangan resmi digunakan untuk pembayaran bersih kepada luar negeri karena BOP defisit. Jika BOP surplus bank sentral dapat membayar utang luar negerinya atau memperoleh aset cadanagn tambahan dari luar negeri. Rekening cadangan resmi melibatkan transaksi yang diambil oleh otoritas untuk membelanjai semua neraca & mengintervensi di pasar valas.

 

II. PENDAPATAN PERKAPITA

Pendapatan perkapita adalah besarnya rata – rata pendapatan yang seharusnya diterima oleh setiap warga negara dalam suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian dari pendapatan nasional dengan jumlah penduduk suatu negara. Pendapatan perkapita biasa digunakan untuk menentukan kemakmuran dan pembangunan suatu negara. Saat ini pendapatan perkapita Indonesia berada di kisaran US$ 2500 – US$ 2900. Bahkan pemerintah memprediksikan Prodok domestik bruto (PDB) per kapita bisa menembus US$ 3000. Secara historis partumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 yang mencapai 4,5 persen membuat pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2009 naik menjadi Rp 24,3 juta atau setara dengan 2.590,1 dollar AS. Tahun 2008, PDB per kapita Rp 21,7 juta atau senilai 2.269,9 dollar AS, sedangkan pada tahun 2007 hanya 1.964,3 dollar AS.

Peningkatan PDB Indonesia yang kini berada sekitar Rp 7.000 triliun dengan PDB per kapita sebesar 2.500 dollar AS-2.900 dollar AS membuat Indonesia naik peringkat menjadi negara berpenghasilan menengah atau lower middle income country.

 

III . PENDAPATAN NASIONAL

a. PDB ( Produk Domestik Bruto )

PDB adalah jumlah produk berupa barang maupun jasa yang dihasilkan oleh unit – unit produksi dalam batas wilayah satu negara dalam satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan.PDB berbeda dengan PNB karena memasukan pendapatan faktor produksi dari luar negara tersebut. Sehingga perhitungan PDB menghitung total produksi suatu negara baik proses produksinya diluar maupun di dalam negeri. PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah +( eksporimpor )

Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasioleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

 

b. PNB ( Produk Nasional Bruto )

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Rumus PNB

PNB = PDB – PPLN + PPDN

PNB = PDB + PPPN

Jika PDB kurang meberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output yang dihasilkan oleh faktor – faktor produksi milik perekonomian domestik, dalam PNB dapat di ketahui. Di negara yang sedang berkembang nilai PNB lebih kecil dari PDB karena nilai impor faktor produksi lebih besar daripada nilai ekspor faktor produksi.

 

c. Produk Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto adalah adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

d. Pendapatan Perorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

e. Disposable Income (DI)

Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga metode, yaitu:

Rumus à PN = w + i + r + π

w         = upah / gaji

i           = pendapatan bunga

r           = pendapatan sewa

π          = keuntungan

Rumus à NT = NO – NI

NT       = Nilai tambah

NO      = Nilai ouput

NI        = Nilai input antara

Dari persamaan tersebut sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah :

PDB =  ni = 1 NT

i  =  sektor produksi ke 1, 2, 3 ….

 

C. KESIMPULAN

Neraca pembayaran,pendapatan perkapita dan pendapatan nasional memiliki manfaat dan kegunaan yang bisa dibilang hampir sama,yaitu untuk mengetahui PDB, untuk mengukur tingkat memakmuran suatu negara,untuk mengetahui struktur perekonomian nasional,  untuk evaluasi keuangan suatu negara, dan untuk menggolongkan suatu negara kedalam negara industri,pertanian atau jasa.

 

D. DAFTAR PUSTAKA

http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-pembayaran.html#comment-form

http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Neraca+Pembayaran+Indonesia/

http://id.wikipedia.org

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:gNChlbKucxoJ:warsono.staff.umm.ac.id/files/2010/06/3.-Neraca-Pembayaran-MKI-warsono.ppt+neraca+pembayaran&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESghDZuM84wMTTKM4mjpLGl0QapoXR2a6bZC1TDr9JYrT3YZgfXuqK2vKW8gwzXQfcYI9-kB7hoHBEBuDAeKACjEuAqCMDCOkE6f3RAGO792Ye_FVpettD3Y0PLpyrjelDqdv0Pt&sig=AHIEtbSGEHFW6DFpV9zU9O-33lIe8a40mg

http://mukhyi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7634/neraca+pembayaran.pdf.