Pemerintah meluncurkan program kredit usaha rakyat bagi tenaga kerja Indonesia untuk memenuhi pembiayaan yang menjadi tanggung jawab TKI dalam proses penempatan ke luar negeri.

Kredit usaha rakyat (KUR) bagi TKI secara resmi diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Surabaya, Rabu (15/12/2010), dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Grahadi Surabaya.

KUR bagi TKI memiliki dua skema. Skema pertama, KUR Mikro, yaitu KUR dengan plafon sampai dengan Rp 20.000.000 yang dikenakan suku bunga kredit/margin pembiayaan maksimal sebesar atau setara 22 persen efektif per tahun.

Skema kedua adalah KUR TKI Ritel dengan plafon di atas Rp 20.000.000 dikenakan suku bunga kredit/margin pembiayaan maksimal setara 14 persen efektif per tahun.

Tujuan diluncurkannya program tersebut adalah untuk membantu para TKI dalam pembiayaan proses penempatan kerja di luar negeri. Program tersebut juga bertujuan untuk mendorong TKI bekerja lebih produktif dan memetuhi ikatan kontrak dengan adanya transparansi pembayaran gaji dan potongan melalui perbankan. Selain itu, juga untuk meningkatkan remitansi melalui lembaga keuangan.

Pada 2010 ada tiga bank yang menyalurkan KUR ini, yaitu BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Selanjutnya akan menyusul Bank Tabungan Negara, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan 13 bank pembangunan daerah, yaitu Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku, dan Bank Papua.

Skema penjaminan dilakukan oleh perusahaan penjamin. Sumber KUR TKI 100 persen berasal dari dana bank pelaksana dan pemerintah akan menjamin pengembalian KUR TKI melalui perusahaan penjamin sebesar 80 persen, sedangkan sisanya 20 persen merupakan risiko bank apabila terjadi kemacetan pembayaran angsuran.

Besarnya pinjaman KUR ini dapat diberikan maksimal 100 persen dari biaya penempatan yang mencakup biaya pengurusan dokumen jati diri, pemeriksaan kesehatan dan psikologi, pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi kerja, serta biaya lain yang diatur lebih lanjut dengan pengaturan Mennakertrans.

Mekanisme penyaluran KUR TKI adalah TKI mengajukan aplikasi KUR TKI kepada bank dengan dibantu oleh Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau yang dahulu disebut PJTKI.

Apabila TKI telah memenuhi persyaratan dokumen yang diperlukan, maka bank dapat menyetujui penyaluran KUR TKI. Bank melakukan kerja sama dengan perusahaan penjamin apabila TKI gagal melakukan pembayaran angsuran kredit.

BAGAIMANA APA ANDA BERMINAT MENJADI TKI???🙂

Sumber

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/15/15163848/KUR.bagi.TKI.Diluncurkan