MANAJEMEN

Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).

Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Menurut Ensyclopedia of The Social Science manajemen sebagai suatu prosesdimana pelaksanaan suatu tujuan tertentudilaksanakan dan diawasi.

Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen.manajemen sebafgai ilmu pengetahuan karena telah dipelajari sejak lama dan sudah di organisasi kan menjadi suatu teori.sdangkan manajemen sebagai seni karena diperlukan kemempuan untuk mengatur agar tercapai tujan bersama

Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu

Sejarah Manajemen

Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi.Riset operasi, sering dikenal dengan"Sains Manajemen",mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.

Fungsi manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.[rujukan?] Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.[rujukan?] Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga[rujukan?], yaitu:

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha

CIRI-CIRI MANAJEMEN PROFESIONAL

Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan  manajerial yakni:
1) Berbudaya korporat: transparansi, independensi,  responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.

2) Dukungan manajemen puncak.

3) Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.

4) Berorientasi   ke masa depan dengan pendekatan holistik.

5) Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.

6) Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.

7) Dilakukan secara terencana/terprogram. 

8) Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.

9) Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:

a. kompetensi atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya.

b. sifat haus pada tantangan-tantangan.

c. sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien.

d. integritas tinggi.

e. sifat menghargai profesi lain.

f. sifat yang selalu siap menghadapi setiap resiko.

g. bertanggungjawab atas setiap kata dan perbuatannya.

10) Penggunaan teknologi tepatguna.

11) Kepemimpinan dalam membangun komitmen.

12) Partisipasi aktif semua anggota.

13) Kerjasama Tim.

14) Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).

15) Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung.

.

ORGANISASI

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Bentuk-bentuk orgnisasi

Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut:

Bentuk Organisasi Garis

Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.

Kebaikannya;

Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.

Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.

Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

Keburukannya;

Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.

Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.

Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

Bentuk Organisasi Fungsional

Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Kebaikannya;

Pembidangan tugas-tugas jelas.

Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.

Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

Keburukannya;

Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.

Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

Bentuk Organisasi Garis dan Staff

Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

Kebaikannya;

Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.

Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.

Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.

Keburukannya;

Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun

Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.

Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff

Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

Prinsip-Prinsip Organsasi

Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan suatu organisasi, maka perlu diperhatikan beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi. Diantaranya adalah:

Perumusan Tujuan yang Jelas.

Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.

Pembagian kerja.

Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.

Delegasi kekuasaan.

Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.

Rentang kekuasaan

Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.

Tingkat pengawasan

Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.

Kesatuan perintah dan tanggung jawab

Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.

Koordinasi

Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin  cepat tercapai.

Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi

Agar Visi dan Misi organisasi dapat diwujudkan, maka organisasi harus merumuskan visi dan misi tersebut ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa Tujuan dan Sasaran. Penetapan tujuan dan sasaran organisasi pada umumnya di dasarkan kepada factor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan visi dan misi.

Faktor-faktor kunci antara lain berupa potensi, peluang, kekuatan, tantangan, kendala dan kelemahan yang dihadapi termasuk sumber daya, dana, sarana dan prasarana, serta peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang digunakan instansi pemerintah / pengadilan dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.

Faktor-faktor kunci keberhasilan adalah unsur-unsur dari suatu organisasi, yang menentukan keberhasilan atau kegagalan strategi organisasi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki kekuatan dalam factor-faktor kunci keberhasilannya cenderung memiliki kinerja yang prima. Faktor-faktor kunci keberhasilan berbeda diantara organisasi.

Dan untuk mengetahui secara jelas mengenai factor-faktor kunci dari suatu organisasi, maka organisasi tersebut harus melakukan analisa keadaan dan kondisi, baik external maupun internal organisasi. Dengan dilakukan analisa external – internaltersebut, diharapkan akan diperoleh gambaran terhadap peluang, tantangan/ancaman, kekuatan dan kelemahan organisasi / badan peradilan  di dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah dikehendaki dan ditetapkan. Analisa ini dapat menggunakan tehnik-tehnik analisa yang ada dalam manajemen, misalnya SWOT maupun Gap analisa.

Setelah memperoleh gambaran tentang peluang, tantangan / ancaman, kekuatan dan kelemahan organisasi, maka dapat disusun suatu rencana strategi,  yang apabila digunakan metoda analisis SWOT (Strengths / kekuatan, Weakneses / kelemahan, Opportunities / kesempatan / peluang, dan Threats / ancaman/hambatan), yang pada intinya adalah dikelompokkan dalam 4 kelompok strategi, yaitu :

a.         Strategi mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang ;

b.         Strategi menggunakan kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman.

c.         Strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang; dan

d.         Strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi ancaman.

Rencana strategi ini akan dijabarkan lebih lanjut di dalam rencana operasional. Dimana rencana operasional ini meliputi seluruh aspek dan menyangkut seluruh unit kerja yang ada di dalam Pengadilan, yaitu aspek pembiayaan, aspek sumber daya manusia, metoda, prosedur, dan jadwal jadwal pelaksanaan. Seluruhnya harus dimasukkan ke dalam rencana operasional ini.

Rencana strategis, biasanya dibuat dalam kurun waktu 5 s/d 8 tahun, yang biasa disebut dengan rencana jangka menengah. Sedangkan rencana operasional dibuat dalam kurun waktu tahunan, biasanya juga disebut dengan rencana jangka pendek.

Sumber

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

http://id.shvoong.com/social-sciences/743569-sejarah-manajemen/

http://www.membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-manajemen.html

http://www.ptun-bandaaceh.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=37

http://belajarmanagement.wordpress.com/2010/02/24/bentuk-bentuk-organisasi/

Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu SDM,PT Ghalia Indonesia.