Analisis Penawaran dan Permintaan Beras di Luar Jawa

Andi Irawan

Fakultas Ekonomi

Institut Pertanian Bogor

Tema / Topik Penelitian

Penawaran dan Permintaan Beras di Luar Jawa

 

Judul Penelitian

Analisis Penawaran dan Permintaan Beras di Luar Jawa

 

Latar Belakang Penelitian

Pemerintah terlena dengan penghargaan FAO atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan di tahun 1984, setidaknya hal ini diindikasikan dengan semakin menyusutnya lahan-lahan sawah subur di Pulau Jawa sejak tahun 1984 tersebut untuk berbagai kepentingan industri dan perumahan. Akibatnya produksi beras nasional turun drastis, terbukti di tahun 1989 kita telah mengimpor beras sebesar 464.449 ton bahkan 10 tahun kemudian kita dikejutkan dengan jumlah impor yang sangat spektakuler yakni sebesar 5,8 juta ton di tahun 1998.

Hipotesis Penelitian

Bagaimana situasi permintaan dan penawaran beras di luar Jawa ?

Tujuan Penelitian

Menganalis penawaran dan permintaan beras luar Jawa dan prospek kawasan ini dalam mendukung swasembada beras dengan menggunakan model persamaan simultan.

Landasan Teori

1. Fungsi Produksi dan Penawaran Beras

Fungsi produksi padi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Qs = q (A, F, L V)

Dimana:    Qs = Jumlah produksi padi (unit)

                  A = Luas Areal padi (unit)

                  F =  Jumlah pemakaian pupuk (unit)

                  L =  Jumlah tenaga kerja (unit)

                  V = Faktor produksi lainnya (unit)

Untuk memaksimumkan produksi padi dibutuhkan biaya tertentu. Perumusan biaya dalam bentuk anggaran total adalah sebagai berikut:

B = Bo + Pa A + Pf F + Pl*L + Pv*V

Dimana:     B   =   Biaya total (Rp)

                  Bo =   Biaya Peubah (Rp)

                  Pa  =   Harga lahan (Rp/unit)

                  Pf  =    Harga pupuk (Rp/unit)

                  Pl   =   Harga tenaga kerja (Rp/unit)

                  Pv  =   Harga faktor produksi lainnya (Rp/unit)

2. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan beras diturunkan dari fungsi utilitas konsumen. Fungsi utilitas dapat dirumuskan sebagai berikut:

U = u(Qd, R)

Dimana:     U    = Total utilitas dari beras (unit)

Qd  = Jumlah beras yang dikonsumsi (unit)

R    = Jumlah komoditi lain yang dikonsumsi (unit)

Konsumen yang rasional akan memaksimumkan kepuasannya dari konsumsi suatu komoditi pada tingkat harga yang berlaku dan tingkat pendapatan tertentu. Dengan demikian sebagai kendala untuk memaksimumkan fungsi utilitas adalah sebagai berikut:

Y = Pb * Qd + Pr * R

Dimana:     Y = Tingkat Pendapatan (Rp)

Pb = Harga beras (Rp/unit)

Pr = Harga komoditi lain (Rp/unit)

 

Sumber Data

Data yang digunakan adalah data series tahun 1969-1998 berasal dari berbagai sumber yakni: Biro Pusat Statistik, Badan Urusan Logistik, IMF, IRRI dan Departemen Pertanian.

 

Model Penelitian

Model yang dipakai dalam penelitian ini ada 3 :

-          Model Distribusi Beda Kala

-          Model Penyesuaian Parsial

-          Model Respon Penawaran Padi

Hasil dan Analisis Penelitian

1.         Perilaku areal panen padi di luar Jawa ternyata hanya dipengaruhi oleh harga          padi. Walaupun demikian elastisitas areal panen terhadap harga padi adalah I    nelastis. Fenomena ini menunjukkan harga padi akan mendorong petani           meningkatkan produksi padi melalui peningkatan areal (ekstensifikasi), bukan             melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi) karena harga padi tidak        siknifikan pengaruhnya terhadap produktivitas padi.

2.         Produksi beras luar Jawa tidak siknifikan pengaruhnya terhadap impor beras           menunjukkan produksi beras di luar Jawa belum mampu menjadi kontributor           yang siknifikan dalam mengurangi impor beras nasional. Hal ini menunjukkan luar Jawa belum berperan besar sebagai pensuplai beras nasional.

3.         Permintaan beras di luar Jawa tidak dipengaruhi oleh harga beras tetapi sangat        ditentukan oleh jumlah penduduknya. Hal ini menunjukkan permintaan beras luar      Jawa di masa mendatang akan semakin meningkat sejalan dengan semakin          bertambahnya jumlah penduduk luar Jawa.

4.         Harga padi di luar Jawa sangat ditentukan oleh harga dasar namun respon    (elastisitas) harga padi terhadap harga dasar adalah inelastic (kurang dari satu),           dan kelima, harga beras eceran luar Jawa dipengaruhi oleh harga dasar dan harga   padi dengan nilai elastisitas harga beras eceran terhadap harga dasar dan harga        padi itu adalah inelastis.

Kesimpulan Penelitian

Hasil penelitian ini menyarankan kebijakan yang dapat menolong harga padi di tingkat petani seperti harga dasar dan subsidi input adalah penting untuk tetap diterapkan untuk memacu produksi beras di luar Jawa. Hal ini karena harga dasar ini akan mempengaruhi harga padi dan selanjutnya harga padi akan memacu petani untuk meningkatkan produksi melalui ekstensifikasi.

About these ads